Nama: Isnaini Puji Rahayu   
Kelas: Reguler A 
NIM: A1C118020,

Analisis Film Freedom writers





I. Identitas Film
  •         Sutradara: Richard LaGravenese
  •       Produser: Danny DeVito, Michael Shamberg, Stacey Sher
  •     Pemain:
a.      Hilary Swank sebagai Erin Gruwell
b.      Scott Glenn sebagai Steve Gruwell
c.       Imelda Staunton sebagai Margaret Campbell
d.      John Benjamin Hickey sebagai Brian Gelford
e.      Patrick Dempsey sebagai Scott Casey
f.        April Lee Hernandez sebagai Eva Benitez
g.      Mario sebagai Andre Bryant
h.      Vanetta Smith sebagai Brandy Ross
i.        Jaclyn Ngan sebagai Sindy Ngor
j.        Kristin Herrera sebagai Gloria Munez
k.       Jason Finn sebagai Marcus
l.        Gabriel Chavarria sebagai Tito
m.    Hunter Parrish sebagai Ben Daniels
n.      Giovonnie Samuels sebagai Victoria
o.      Deance Wyatt sebagai Jamal Hill
p.      Antonio Garcia sebagai Miguel
q.      Sergio Montalvo sebagai Alejandro Santiago
r.       Robert Wisdom sebagai Dr. Carl Cohn
s.       Pat Carroll sebagai Miep Gies


II. Sinopsis Film
      Film ini bercerita tentang seorang guru bahasa inggris bernama Erin Gruwel yang baru saja mengajar di sekolah Woodrow Wilson High School di kelas 203. Ms. Erin harus berusaha menghadapi siswanya yang berasal dari berbagai macam ras dengan kepribadian yang sangat buruk. Mereka adalah korban dari kekerasan antar ras yang membuat mereka hanya bergaul dengan sesama ras mereka saja. Mereka tidak memiliki rasa sopan santun, bahkan terhadap guru nya sekalipun. Ketika di kelas, tidak jarang terjadi perkelahian antar mereka akibat dari adanya ejekan yang membawa unsur ras.
       Awalnya Ms. Erin tidak menyangka peserta didiknya memiliki sikap seperti ini. Namun, Dia  tidak menyerah dan terus berjuang untuk menyadarkan merekaBanyak hal yang dilakukan oleh Ms.Erin, seperti mengadakan game garis yang bertujuan untuk melihat kejujuran siswanya, memberikan sebuah buku seperti diary kepada tiap siswanya yang harus ditulis setiap hari dan Ms. Erin tidak akan membaca buku diary mereka kecuali mereka mengizinkannya. Dari buku diary ini lah Ms. Erin tahu bahwa setiap siswanya memiliki pengalaman buruk di masa lalunya sehingga berpengaruh terhadap kepribadian mereka hingga saat dewasa. Selain itu Ms. Erin memberikan mereka sebuah novel. Cerita dalam novel ini berasal dari buku diary Anne Frank, seorang anak perempuan yang hidup dalam kecaman rasa takut akibat Holocaust.  Ms. Erin juga membawa siswanya untuk tur ke museum yang berisi cerita perjuangan hidup dari berbagai macam ras, dan mempertemukan para siswa nya dengan korban genosida Holocaust. Mereka tidak menyangka Ms. Erin melakukan semua itu. Mereka sadar bahwa ternyata tidak hanya mereka yang merasakan kekejaman akibat perang, dan dirundung oleh rasa takut. Mereka juga mulai sadar untuk tidak saling bermusuhan kepada ras yang berbeda.
          Suasana kelas perlahan berubah, mereka bergaul tanpa memandang ras, dan tidak ada lagi yang saling melontarkan ejekan. Pada akhir semester Ms. Erin meminta siswanya  membuat tugas menulis surat untuk Miep Gies, wanita yang membantu penampungan keluarga Anne Frank. mereka ingin sekali bertemu dengan Miep Gies. Namun, Ms. Erin tak bisa mewujudkannya, karena membutuhkan biaya yang besar. Tapi, mereka tetap bersikeras untuk menginginkannya. Mereka pun membuka rumah makan lokal Long Beach dan membuat kontes tari untuk mengumpulkan dana. Tak sia-sia, keinginan mereka akhirnya terwujud. Dengan dana yang telah mereka kumpulkan, Miep Gies bisa diundang ke kelas mereka.
       Ms. Erin memiliki proyek akhir yaitu menyatukan semua buku diary siswanya seperti Anne Frank. Dia memiliki teman pengusaha, John Tu yang mendonasikan 35 komputer untuk siswanya, sehingga mereka bisa langsung menulis buku diary mereka di komputer itu.  Buku ini oleh Ms. Erin diberi judul  “The Freedom Writers Diary”.
           Ms. Erin tetap bersama siswanya hingga lulus. Dan semua siswanya melanjutkan ke Perguruan Tinggi.  Perlu diketahui bahwa semua yang dilakukan oleh Ms. Erin tidak selalu berjalan mulus, ada saja rintangannya. Seperti pihak sekolah yang tidak memperbolehkan Ms. Erin untuk meminjam buku perpustakaan, sehingga Ms. Erin harus bekerja sambilan untuk bisa membeli buku yang nantinya akan di berikan kepada siswanya.


 III. Kesimpulan
     Dari film ini saya bisa mengerti bahwa pengalaman yang dialami oleh anak akan berpengaruh dalam jangka waktu yang lama. Hal ini diperlihatkan dengan adanya pengalaman buruk berupa konflik antar ras yang menimpa siswa Ms. Erin yang membuat mereka kehilangan orang terdekat mereka. Karena konflik ini pula yang membuat mereka membenci ras lainnya. Sehingga mereka memiliki pemikiran bahwa tidak ada orang baik kecuali orang yang satu ras dengan mereka. Pemikiran seperti ini yang mempengaruhi kepribadian mereka dan terbawa hingga dewasa. Mereka menjadi siswa yang nakal, tidak mengerti sopan santun, dan sering membuat keributan.
      Untuk mengatasi hal ini diperlukannya proses pendidikan yang kompleks, yang memakan waktu cukup lama untuk bisa membentuk kepribadian peserta didik, sehingga dibutuhkan pula pemahaman yang tepat. Apa yang dilakukan oleh Ms. Erin sangatlah baik. Ia tidak menggunakan cara kekerasan untuk menghadapi siswanya. Ia menggunakan beberapa pendekatan yang sederhana tetapi memiliki pengaruh yang besar bagi siswanya. 







Komentar